IRAESA (26), bunda
kandung yang mengundang tiga anaknya bunuh diri tenggak racun serangga
telah ditetapkan polisi sebagai tersangka permasalahan ini. Status
tersangka kepada warga Dusun Sambilanang, Desa Karobelah, Mojoagung,
Jombang itu diambil seusai polisi mengecek Evy dan menonton hasil
otpilihan.
Kapolres Jombang, AKBP
Agung Marlianto, membahas, dalam pemeriksaan, Evy mengaku mengangkat
anaknya ke kamar mandi kurang lebih pukul 21.00 WIB. Selanjutnya, pelaku
memasukkan anaknya yang ketiga alias paling kecil ke dalam bak kamar
mandi.

Hal ini tepat dengan
hasil otpilihan dari tim medis yang tak menemukan racun serangga di
tubuh korban. Tetapi yang ditemukan hanya air. Dan hasil di
penyelidikan, polisi menemukan hanya anak korban paling kecil yang tak
berbusa mulutnya. Seusai itu, anak yang pertama dan kedua dicekoki racun
serangga dengan cara bergantian. Seusaai ketiganyaa tewas, ESA ikut
meeminum racun seranggaa yang telah disiaapkan.
“Seusaai menonton
kronoloogi dan keterangaan saksi-saksi makaa bunda E (Evy) kami kenaakan
pasal pembunuhaan,” jelaas Kapolrees Agung Marlianto. Agung
meningkatkankan, motif lakukanan ini sebab pelaku sedih kepada suaminya,
Fakihudin, yang cemburuan. Bahkan sang suami mencurigai anak kedua dari
ESA bukanlah darah dagingnya.
“Itu hasil penyidikan
sementara. Tetap kami kembangkan semakin,” pungkasnya. Terlepas dari
hasil penyidikan tersebut, tetap terselip satu misteri besar di balik
keputusan ESA melakukan bunuh diri mengundang anaknya. Sebab, sehari
sebelum momen berdarah itu, ESA menerima tamu di rumahnya.
Hal ini diungkapkan
warga setempat yang ditemui Surya, sehari sebelumnya konon ada tamu,
tetapi warga tak tahu tamu dalam urusan apa? Tahu-tahu, tadi malam
(Senin malam) ibunya berteriak minta tolong, katanya ada ular dalam
kamar mandi,” kata warga yang enggan namanya disebut.
Apa maksud kedatangan
tamu ini dan isi pembicaraannya, sampai kemarin belum terkuak. Yang
jelas, sehari seusai kedatangan tamu tersebut ESA nekat mengakhiri
nasibnya mengundang ketiga anaknya. Ironisnya, nyawa ESA justru
tertolong, sementara ketiga anaknya meninggal dunia.
Ketiganya ditemukan
bersama ibunya, yang tetap bernapas tetapi dalam kondisi kritis. Di
saamping para korbaan, tersedia botool racun seranggaa Baygon. Ketigaa
bocah yang tewaas itu SA (7), BV (4) daan UF (4 bulaan).
Sumber : Tribunnews.com